Monumen Gubernur Suryo

Seperti halnya Kota Jakarta yang memiliki Monumen Nasional, Provinsi jawa timur juga memiliki Monumennya sendiri yang berlokasi di Kabupaten Ngawi. Walaupun hanya sekedar monumen biasa bagi orang lain, tetapi monumen ini tak akan dengan mudah untuk dilupakan oleh para warga sekitar. Apalagi sejarah dibalik dibangunnya monumen yang begitu sadis, monumen ini juga merupakan salah satu tempat wisata yang sangat dicintai oleh warga setempat. Jika ingin ke tempat ini bisa dengan travel surabaya malang termurah dan terbaik.

Monumen Gubernur Suryo

Monumen tersebut bernama Monumen Suryo. Nama monumen tersebut diambil dari sang gubernur yang bernama Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo atau biasa disebut dengan nama Gubernur Suryo dan RM Suryo. Monumen ini dibuat untuk menghormati jasa beliau serta untuk mengenang Gubernur Suryo yang meninggal akibat kekejaman PKI pada saat itu.

Tetapi anda jangan dulu berpikir bahwa monumen ini hanya merupakan sebuah monumen yang sangat membosankan. Monumen ini sangat indah dan juga menarik yang sangat layak untuk anda kunjungi. Hal ini karena Monumen Suryo dihiasi oleh 23 jenis tanaman langka dan juga hewan langka seperti kijang. Selain itu Monumen Gubernur Suryo ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu adanya sebuah pasar burung.

Deskripsi Keunikan Monumen Suryo

Monumen Gubernur Suryo ini terletak di Kompleks Taman Apsari, Jalan Gubernur Suryo, Ngawi Provinsi Jawa Tengah. Monumen ini menggambarkan misteri seorang gubernur yang dikenal sangat pemberani dan kemudian beliau meninggal akibat adanya pemberontakan dari PKI. Maka dari itu, untuk mengenang sang gubernur dibuatlah Monumen Gubernur Suryo. Disamping patung Gubernur Suryo terdapat juga dua patung perwira polisi yang dibunuh oleh PKI  pada waktu dan tempat yang sama.

Baca:  4 Wisata Primadona Pantai Terbaik di Jakarta

Selain itu, di sekeliling monumen terdapat berbagai jenis tanaman yang langka yang sangat indah. Diantaranya yaitu cendana, citradora, sawo kecik, sonokeling dan banyak lagi jenis tanaman yang terdapat di Monumen Suryo sampai 23 jenis pohon.Di sana juga terdapat koleksi berbagai macam burung yang disangkarkan dan dikembangbiakan. Contohnya adalah burung perkutut, kepodang, bekisar dan lain-lain.

Disamping itu terdapat juga pasar burung yang terletak di sebelah barat Monumen Suryo. Banyak sekali pedagang yang berdatangan dari luar Kota Ngawi ke pasar tersebut untuk membeli burung dan menjualnya kembali di luar Kota Ngawi. Ada juga yang membeli hanya untuk menambah koleksi burung di rumah. Hal itu dikarenakan harga burung di pasar ini sangat murah dibanding dengan harga burung dipasaran.

Biasanya, untuk memperingati hari pahlawan, lokasi Monumen Suryo digunakan untuk gerak jalan. Gerak jalan diadakan untuk mengenang dan merasakan perjuangan para pahlawan. Gerak jalan tersebut biasanya di mulai dari Wahana Wisata Monumen Suryo dan berakhir di alun-alun Ngawi dengan jarak tempuh 30 km

Sejarah Monumen Gubernur Suryo

Monumen Suryo memiliki sejarah yang tidak akan pernah mudah dilupakan oleh warga setempat. Karena sejarah tersebut merupakan inti dari asal mulanya Monumen Gubernur Suryo. Dimana diceritakan bahwa patung orang yang terdapat di monumen ini atau lebih tepatnya seorang gubernur yang sering dikenal dengan RM Suryo, gugur karena PKI.

RM Suryo merupakan gubernur pertama dari Kabupaten Ngawi yang dibunuh dengan kejam oleh sekelompok PKI. Kejadian tersebut bermula pada saat Gubernur Suryo sedang dalam perjalanan pulang kerumah pada sore hari tepatnya pada tanggal 9 November 1948. Pada saat ditengah perjalanan, mobil beliau dicegat oleh sekelompok orang PKI. Pada saat yang sama, kebetulan dua orang perwira polisi sedang melewati jalan tersebut, maka kedua perwira tersebut pun dicegat oleh PKI.

Baca:  Tempat Instagramable Banyuwangi Jawatan Berculuk

Beberapa PKI tersebut pun memaksa Gubernur Suryo dan dua perwira polisi untuk keluar dari mobil dan diseret kedalam hutan. Kemudian gubernur serta dua perwira polisi tersebut ditelanjangi dan dibunuh ditengah hutan,Setelah mereka sudah tak bernyawa, jasad mereka ditinggalkan oleh PKI di dalam hutan begitu saja. Sedangkan untuk mobil yang dikendarai oleh Gubernur Suryo dan dua perwira polisi dibakar oleh PKI.

Kemudian setelah empat hari berlalu, mayat mereka bertiga baru ditemukan oleh seseorang yang sedang mencari kayu pada pagi hari. Setelah itu mayat Gubernur Suryo dibawa oleh warga ke Madiun dan dimakamkam di Sawahan, Desa Kepalrejo, Kabupaten Magetan tepatnya di pemakaman Sasono Mulyo. Setelah itu dibangunlah Monumen Suryo untuk mengenang jasa-jasa beliau kepada bangsa Indonesia.

Fasilitas yang Tersedia dan Harga Tiket Masuk

Untuk fasilitas yang tersedia di Monumen Suryo bisa dibilang cukup memadai seperti adanya mushala, ruang informasi dan terdapat juga pendopo yang dapat digunakan untuk beristirahat jika anda merasa lelah. Selain itu ada juga sebuah tempat bermain yang sangat cocok untuk anak-anak anda. Cek juga web dari nahwatravel.co.id.

Untuk memasuki kawasan Monumen Suryo ini anda tidak akan dipungut biaya sepeser pun. Dan untuk jam buka wisata ini buka pada setiap hari, jadi bagi anda yang ingin berkunjung bebas ingin datang pada hari tanpa perlu memikirkan hari libur dan biaya masuknya. Anda juga tak perlu memikirkan rute perjalanan menuju monumen ini, sebab rute yang ditempuh cukup mudah karena letak tempat wisata monumen ini sangat strategis.

Related Posts

About The Author