Mengenal Kasta Tinggi Start-Up Digital Perkembangan Ekonomi Digital Terkini

Tidak dipungkiri lagi bahwa ada banyak kemajuan teknologi dan pengetahuan di seluruh dunia. Pengaruhnya terhadap kehidupan manusia sangat besar. Tidak hanya berpengaruh pada perkembangan hidup manusia itu sendiri, tetapi juga berpengaruh pada masa depan sebuah negara.

Ekonomi dari suatu negara sudah sangat terpengaruh dengan adanya bisnis-bisnis berbasis online. Ada banyak start-up digital yang menyebarkan bisnisnya ke berbagai negara. Inilah kemajuan dan perkembangan ekonomi digital di dunia.

Nah, di Indonesia sendiri sudah banyak start-up berbasis online. Berbagai pusat bisnis online bisa ditemukan dengan sangat mudah. Tidak hanya berbentuk perusahaan besar, tetapi juga start-up yang dibangun oleh satu individu dan beberapa orang. Tentu Anda mengenal Bukalapak, Tokopedia, Traveloka dan lain sebagainya. Beberapa nama marketplace e-commerce dan travel tersebut merupakan bentuk dari perkembangan ekonomi digital. Start-up berbasis digital sudah mengakar luas di berbagai negara. Dan tentunya Anda pernah mendengar istilah Unicorn, Hexacorn dan lain-lainnya, bukan? Istilah-istilah tersebut merupakan sebuah kasta dalam dunia start-up perusahaan teknologi. Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan kasta-kasta tersebut?

Mengenal Kasta Start-Up dalam Perkembangan Ekonomi Digital

perkembangan ekonomi digital

Ada tiga kasta dalam dunia start-up ynag terkenal. Ketiga kasta tersebut adalah Unicorn, Decacorn dan Hectacorn. Istilah Unicorn pertama kali diperkenalkan oleh seorang pemodal kapital, yakni Aileen Leen di tahun 2013. Istilah tersebut kemudian digunakan untuk mendefinisikan sebuah startup yang tidak biasa dengan valuasi lebih dari US$1 miliar. Nah, beberapa start-up Indonesia sudah ada yang termasuk ke dalam jajaran Unicorn.

Selain Unicorn, ada yang disebut Decacorn dan Hexacorn. Berbeda dari kasta sebelumnya, kedua kasta ini lebih tinggi daripada Unicorn. Bisa dibilang bahwa start-up tersebut naik kelas. Nah pada kelas Decacorn, sebuah perusahaan dianggap mencapai kasta ini jika memilliki nilai valuasi US$10 miliar. Sedangkan pada Hecatacorn mencapai nilai vauasi US$100 miliar. Mengutip dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa perusahaan start-up Asia yang menduduki beberapa kasta menurut CBInsights:

Baca:  Menu Sarapan Untuk Menghindari Obesitas & Menurunkan Berat Badan

Startup Unicorn:

  1. Coupang, starup e-commerce asal Korea Selatan dengan valuasi US$9 miliar
  2. Snapdeal, starup e-commerce asal India dengan nilai valuasi sebesar US$7 miliar
  3. Tokopedia, start-up e-commerce asal Indonesia yang mencapai valuasi US$7 miliar
  4. Guazi, start-up e-commerce asal Cina yang mencapai valuasi US$6.6 miliar
  5. Oyo Rooms, yang merupakan startup travel tech asal India di valuasi US$5 miliar
  6. Meizu Technology, startup asal Cina di bidang hardware dengan valuasi US$4.58 miliar
  7. Traveloka, startup asal Indonesia di bidang travel bervaluasi US$2 miliar
  8. Bukalapak, startup e-commerce asal Indonesia bervaluasi US$1 miliar
  9. Dan lain-lain

Startup Decacorn:

  1. Toutiao (Bytendance), yang merupakan induk usaha dari aplikasi TikTok yang berasal dari Cina dengan valuasi US$75 miliar
  2. Didi Chuxing, yang merupakan start-up ride-hailing dari Cina dengan valuasi US$56 miliar
  3. Bitmain Technologies, yang merupakan start-up asal Cina dalam produksi rig cryptocurrency dengan valuasi US$11 miliar
  4. Grab Holdings, yang merupakan start-up asal Singapura ride-hailing di valuasi US$11 miliar
  5. Go-Jek, yang merupakan start-up asal Indonesia ride-hailing di nilai valuasi US$10 miliar
  6. DJI Innovation, yang merupakan start-up Cina di bidang hardware dengan valuasi US$10 miliar
  7. One97 Communication, yang merupakan start-up asal India di bidang kelola fintech Paytm dengan valuasi US$10 miliar

Dengan adanya penggolongan start-up tersebut, kita dapat mengetahui seberapa berkembang dan majunya ekonomi digital yang terjadi saat ini. Dari sini bisa dilihat bahwa perkembangan ekonomi digital begitu kentara dan terasa di kehidupan sehari-hari. Ingin ikut andil dalam perkembangan ekonomi digital dunia? Bisa tingkatkan nilai ekonomi negara lho!

Related Posts

About The Author