Jembatan Merah Simbol Perlawanan Arek Suroboyo

Surabaya selalu kental dengan kisah-kisah heroik perlawanan arek-arek Suroboyo dalam mengusir penajajah. Peristiwa sejarah direkam baik oleh manusia dan tempatnya. Manusia menurunkan rekaman itu melalui buku-buku, tulisan, sampai tutur. Dan tempat merekam peristiwa itu abadi. Meskipun bangunan-bangunan sudah berubah, tapi ingatan tempat masih hidup.

jembatan merah

Surabaya memang pantas dijuluki sebagai Kota Pahlawan. Rentetan peristiwa sejarah banyak terjadi di kota ini pada masa lampau. Beragam sakisi dan bukti sejarah masih hadir di keramaian kota ini, salah satunya Jembatan Merah.

Jembatan merah sudah ada sejak beratur-ratus tahun silam. Melalui kesepakatan yang dibuat oleh Pakubowono II dari Mataram Islam dan VOC pada tahun 1743. Dari kesepakatan itu pembangunan Jembatan Merah dimulai. Perjanjian itu menyepakati bahwa Surabaya, termasuk Pantai Utara jadi milik VOC. Di tangan VOC Jembatan Merah dibangun dan dijadikan kawasan komersial, menjadi jalan satu-satunya yang menghubungkan Kalimas dan Gedung Residensi Surabaya. Jembatan Merah merupakan infrastruktur vital pada saat itu.

Pada masa revolusi Jembatan Merah menjadi saksi penting perjuangan arek-arek Suroboyo melawan kolonialisme Belanda. Tercatat ada beberapa peristiwa penting yang terjadi di sini. Salah satu kisah paling heroik ketika saat tentara Belanda berhasil menguasai gedung Internationale Crediet en Venering Rotterdam. Saat itu terjadi pertempuran besar-besaran di Jembatan Merah Surabaya.

Brigadir Jenderal Mallaby seorang pimpinan tentara Inggris tewas di tangan pejuang Indonesia di jembatan ini. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 30 Oktober 1945. Dari kejadian ini merembet ke pertempuran 10 November, pertempuran arek Suroboyo melawan tentara sekutu dan NICA yang ingin mengambil alih Surabaya kembali.

Jembatan Merah berlokasi di Jalan Kembang Jepun No. 192, Nyamplungan, Pabean Cantian, Krembangan Selatan. Dari malang bisa paket travel di malangsurabaya.com Jembatan ini sudah beberapa kali mengalami renovasi karena seiring bertambahnya umur Jembatan Merah mengalami keropos dan kerusakan.

Baca:  Grand Canyonnya Jogja, Yuk liburan ke Air Terjun Luweng Sampang

Sebenarnya Jembatan Merah tidak jauh berbeda dari jembatan-jembatan lain yang ada di Surabaya. Namun Jembatan Merah memiliki kekhasan dominan dalam pemilihan warna merah. Pemberian warna merah sebagai simbol semangat perjuangan arek-arek Suroboyo pada saat itu. Dan juga sebagai upaya agar generasi saat ini dapat mengingat, mempelajari, menghargai, dan mencontoh perjuangan leluhurnya saat meraih dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Jembatan merah jadi saksi bisu perjuangan para pahlawan melawan kolonialisme Belanda. Jembatan yang penuh histori ini sering dijadikan tempat favorit foto pra wedding yang bertema vintage dengan latar belakang bangunan tua peninggalan Belanda. Tak hanya berfoto, tapi berada di sini kamu juga bisa mencicipi jajalan kuliner khas Surabaya.

Related Posts

About The Author