Contoh Teks Eksplanasi Pendidikan Lengkap Strukturnya

Contoh teks eksplanasi – Bagi sebagian orang, teks eksplanasi sebenarnya adalah istilah yang tidak dikenal. Tetapi bagi sebagian orang itu akan cukup akrab dengan istilah itu. Teks eksplanasi yang sama ditemukan cukup sering dalam kurikulum 13, yang merupakan jenis kurikulum terbaru di dunia pendidikan.

Teks eksplanasi itu sendiri dipelajari di tingkat sekolah menengah di 7 mata pelajaran Indonesia. Ada banyak orang yang tertarik pada jenis teks ini karena masih relatif baru dan jarang dikenal. Selanjutnya, referensi atau sumber referensi untuk jenis teks ini masih sangat jarang.

Pada kenyataannya, jenis teks ini agak menarik untuk dibahas secara mendalam. Oleh karena itu, untuk siswa atau siswa yang sangat menyukai kegiatan menulis dan membaca, Anda harus belajar lebih banyak tentang teks ini.

Sekarang, untuk memudahkan Anda dalam mempelajari teks-teks eksplanasi pada kesempatan ini teks-teks eksplanasi akan diperiksa secara rinci bersama dengan contoh-contoh lengkap. Diharapkan setelah membaca artikel ini, Anda akan semakin mengerti dan dapat membuat teks eksplanasi Anda sendiri.

Contoh Teks Eksplanasi Pendidikan

Kekerasan di dunia pendidikan

Bagian pembukaan
Terjadinya kekerasan di dunia pendidikan tampaknya telah menjadi sangat serius belakangan ini. Kita sering mendengar berita sedih tentang kematian seorang siswa baru yang sedang menjalani masa orientasi. Peristiwa mengerikan ini seharusnya tidak pernah terjadi bahkan lebih di dunia pendidikan.

Bagian isi
Sayangnya, beberapa waktu lalu sebuah laporan diterbitkan bahwa seorang siswa baru di sebuah perguruan tinggi telah meninggal karena kekerasan yang diderita oleh seniornya atau tingkat senior selama pengenalan atau orientasi sekolah. Siswa ini diketahui menderita memar dan patah tulang karena tabrakan gaya tumpul. Mengapa hal seperti ini terjadi?

Saya tidak tahu kapan itu dimulai, kekerasan di dunia pendidikan telah menjadi budaya dalam menerima siswa baru. Kekerasan ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya pengawasan, pelestarian budaya yang buruk, pengaruh tayangan media dan kegagalan pendidikan moral.

Faktor pertama adalah kurangnya pengawasan. Seringkali sekolah bertanggung jawab penuh atas kegiatan siswa tanpa pengawasan sekolah. Mereka melakukan ini dengan argumen bahwa kegiatan siswa harus murni turunan dan untuk siswa. Faktor ini mendukung munculnya faktor kedua, yaitu pelestarian budaya yang buruk.

Orientasi budaya siswa baru yang cenderung melakukan kekerasan dengan hukuman fisik harus dihilangkan. Budaya seperti ini bukan tidak mungkin, tidak diketahui banyak orang. Jika ada indikasi kekerasan di sekolah, segala jenis kegiatan harus segera ditinjau.

Media massa, baik cetak maupun sosial, sering menampilkan adegan kekerasan yang tidak pantas untuk diputar. Seperti game berperang satu sama lain, berkelahi dan sebagainya. Game ini dapat memengaruhi alam bawah sadar seorang siswa untuk berpartisipasi dalam aksi kekerasan serupa.

Faktor terakhir yang memicu masalah ini adalah menurunnya nilai moral penulis kekerasan di sekolah. Siswa yang mengelola kekerasan sekolah haruslah seseorang yang lemah dalam mengelola emosi, tidak memiliki empati terhadap orang lain dan tentu saja egois.

Bagian penutup
Apa pun alasannya, kekerasan sekolah tidak boleh terjadi. Sekolah adalah tempat di mana siswa dapat belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik, tidak lagi secara mental berbahaya dengan kekerasan dan anarki.

Demikian Pembahasn tentang teks eksplanasi pendidikan, semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi para pembaca. Terimakasih!

Sumber : https://rumusrumus.com/

Related Posts

About The Author