Review Anime 3D Kanojo Real Girl Yang Romantis

3D Kanojo: Real Girl ialah anime sub indo romance yang menandakan berakhirnya tayangan anime yang ditayangkan pada musim semi. Dari banyak anime baru yang hadir, hanya ada sedikit judul yang bisa membekas di hati. Untuk genre romance, yang masih populer di kalangan penggemar anime, ada beberapa judul yang menarik perhatian dan ditonton hingga akhir, salah satunya adalah 3D Kanojo: Real Girl. Anime sejumlah 12 episode yang merupakan adaptasi dari manga ini berkisah tentang sesosok remaja bernama Hikari Tsutsui yang merupakan seorang game otaku. Suatu ketika dia terlambat datang ke sekolah dan dihukum untuk membersihkan kolam renang sepulang sekolah bersama siswi lain yang juga terlambat. Karena dia tidak berharap banyak pada dunia nyata, dia pergi untuk membersihkan kolam renang sendirian.

Alangkah kagetnya Tsutsui ketika siswi itu sedang membersihkan kolam renang sendirian. Dia tidak menyangka kalau siswi bernama Iroha Igarashi itu benar-benar menjalani hukumannya, karena yang dia tahu, Iroha adalah siswi cantik populer yang dingin kepada semua orang di sekitarnya. Kebersamaan mereka berlanjut, mulai dari bertemu di sebuah restoran fast food, hingga Iroha akhirnya mulai menyukai Tsutsui ketika pria kurus berkacamata itu membelanya dari salah seorang siswa yang hendak bertindak kasar padanya. Di episode awal, kita akan disuguhkan dengan adegan kaku antara dua orang yang baru saja memadu cinta. Namun, seiring berjalannya episode, hampir tidak ada perubahan selain daripada karakter Tsutsui yang semakin ekspresif. Iroha masih saja terlihat biasa-biasa saja. Karakteristik kedua tokoh utama berkembang justru dengan dukungan karakter pendukungnya. Mitsuya Takanashi—pria tampanyang menyukai Iroha—mengambil peranan penting dalam membuat Tsutsui semakin ekspresif dan berani menunjukkan perasaannya terhadap Iroha.

Baca:  Incontri Di Terra Di Siena: Festival Musik Kembali Ke Tuscany Musim Panas Ini

Ketika penonton hampir dibuat menyerah dengan karakter Iroha yang seolah tidak ada perubahan, muncul Sumie Ayado sebagai pihak ketiga. Kebaikan Tsutsui padanya membuat Ayado perlahan menyukai pria otaku itu. Walaupun seperti yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, tidak selamanya kebaikan itu atas dasar cinta. Bisa saja karena memang pada dasarnya manusia ingin bersikap baik kepada orang lain. Dari visualisasi, anime besutan Hoods Entertainment ini memiliki penggambaran yang sangat sederhana. Terlalu berfokus pada karakter sehingga latar belakang hanya dibuat pada poin-poin tertentu yang dianggap esensial dalam cerita. Namun, sebagai anime batch yang terfokus pada pangsa pasar wanita, hal ini tidak terlalu dipermasalahkan.

Related Posts

About The Author